Parliltan, MediaTransparancy.com | Mewakili Warga Huta Bungus Kecamatan Parlilitan Humbang Hasundutan, seorang warga bermarga Tinambunan merasa senang dan memberi aspirasi atas pemberitaan media mengenai kondisi sekolah yang ada di desa mereka. Pak Tinambunan, mewakili warga desa, secara terang-terangan mengatakan rasa senang dan apresiasinya itu kepada kontributor Jonni Sihotang, pada tanggal 23 November yang lalu.
“Terimakasih Pak atas pemberitaan medianya, sehingga perihal keadaan sekolah ini dapat diketahui oleh pihak-pihak yang punya tanggung jawab untuk itu,” ujar Pak Tinambunan kepada Jonni Sihotang yang sengaja mendatangi kembali lokasi sekolah itu.
Sebagaimana diberitakan oleh media ini sebelumnya, kondisi sekolah yang dimaksud yaitu SD Negeri 199 Sionom Kudon VII Kecamatan Parlilitan, atap dan toiletnya tidak dapat lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Malah, sesuai penuturan warga, pernah siswa-siswi yang SD tersebut, harus menumpang menggunakan Gedung milik Gereja HKBP yang ada di Huta Bungus.
BACA JUGA !!
Terhadap situasi itu, warga terlihat kesal karena pihak dinas terkait tidak juga segera memberi perhatiannya. Dan terhadap hal itu, sebagaimana yang disampaikan warga kepada Jonni Sihotang, sudah pernah akan melakukan aksi unjuk rasa. Namun karena mempertimbangkannya lebih lanjut, warga mengurungkan niatnya.
Media ini sebenarnya sudah memberitahukan kondisi sekolah SD Negeri 199 Sionom Kudon VII Kecamatan Parlilitan ini kepada Bupati Humbahas Dosmar Marbun, melalui pesan WA. Tapi pesan itu sampai dibuatnya berita ini juga belum dijawab.Namun demikkian, menurut informasi dari warga, ada rombongan mendatangi huta dan terlihat aktif memberi perhatian terhadap sekolah yang diberitakan.
“Kami tidak tahu persis dari mana mereka. Jumlah merka sekitar 20 oarnag dan terlihat memberi atensi khusus kepada sekolah yang diberitakan media itu,” lagi-lagi Pak Tinambunan bercerita.
Sekejend LSM GRACIA Indonesia
Hisar Sihotang, Sekjen LSM Gerakan Cinta Indonesia (GRACIA), Hisar Sihotang yang dimintai komentarnya berujar, bahwa dengan modernisasi dunia dan Indonesia, pihaknya merasa kaget dan risih jika masih menemukan kondisi sekolah yang sangat-sangat layak.
“Secara pribadi saya sangat kaget melihat kondisi SDN 199 Sionom Kudon VII Kecamatan Parlilitan. Masih ada sekolah dengan seperti itu pada zaman sekarang ini,” ungkapnya.
Yang jaih lebih mengkagetkan Hisar adalah, konon katanya untuk membangun sekolah tersebut anggaran yang dikucurkan sampai miliaran rupiah. “Yang lebih buat saya terheran-heran adalah, untuk membangun sekolah tersebut anggaran yang dikucurkan sampai miliaran rupiah. Apakah atap sekolah itu tahan bakar, atau gedungnya tahan gempa bumi sehingga sebgitu mahalnya anggarannya?” katanya.
Jika melihat kondisi sekolah tersebiyut, jelas Hisar, jumlah anggaran miliaran rupiah adalah sebuah kemustahilan, “Impoossible itu, terkecuali dindingnya dan lantainya terbuat dari marmer,” sebutnya.
Untuk memastikan dugaan terjadinya manipulasi dalam pembangunan sekolah tersebut, pihaknya mendesak aparat hukum terkait untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan. “Kami meyakini ada pihak-pihak tertentu yang mengambil kesempatan untuk memperkaya diri dalam hal ini. Untuk itu, kami mendesak aparat hukum terkait seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa jajaran Pemkab Humbahas maupun pejabat Dinas Pendidikan Humbahas,” tuturnya. (Joni Sihotang/HR)