banner 728x250

Abaikan K3, LSM Minta Kontraktor Pelaksana Proyek Jembatan Sumatera Jombang Kali Angke Diblacklist

judul gambar

TANGGERANG SELATAN, MediaTransparancy.com – Pengawasan dari PT. Data Engineering Konsultan dan Pelaksana dari CV. Sumur Ranje yang kini tengah mengerjakan Proyek Jembatan Sumatera Jombang Kali Angke dari Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tanggerang Selatan tidak profesional bahkan pengerjaannya diduga juga asal – asalan. Parahnya lagi dilokasi proyek tidak tersedia direksi keet, hanya bedeng pekerja.

Berdasarkan pantauan, Sabtu (7/12), para pekerja yang berada dilokasi saat mengerjakan proyek tidak ada pendampingan dari pelaksana serta tidak ada pengawasan dari konsultan pengawas.

judul gambar

Parahnya para pekerja tidak bekali alat pelindung diri (APD) lengkap dari pihak perusahaan. Tak hanya itu, lantai cor beton telihat ada gundukan, artinya kuat dugaan untuk mengurangi kubikasi beton.

Diketahui Proyek Jembatan Sumatera Jombang Kali Angke berasal dari APBD tahun 2024 dikerjakan oleh Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan melalui rekanan dari CV. Sumur Ranje dengan anggaran Rp. 3.426.110.000, diawasi oleh konsultan pengawas dari PT. Duta Engineering Konsultan.

Bahkan proyek tersebut diprediksi molor dari pekerjaan, dari keterangan pekerja dilokasi yang tidak dilengkapi APD Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3) mengatakan, bahwa dirinya bersama tim merupakan pekerja lanjutan dari tiga mandor sebelumnya. Alat Pelindung Diri (APD) jenis sepatu kata dia bukan berasal dari perusahaan proyek. Dia mengaku bahwa sepatu tersebut bawaannya sendiri.

“Kami tim merupakan lanjutan dari pekerja sebelumnya. Ada 3 mandor namun nihil progresnya, jadi kami diutus orang PPTK dinas provinsi untuk menggantikan. Alhamdulillah satu setengah bulan sudah begini hasil pekerjaannya, dua bulan sempat mangkrak,” katanya.

Saat ditanya kenapa dilokasi tidak ada alat vibrator saat pengecoran, dirinya mengamini. Bahkan ada uji slump dulu ketika akan pengecoran. Mutu beton K 350, slumpnya 16 cm. Dia menyebutkan, bahwa besi wiremesh ini sebetulnya di gambar tidak ada atau tidak ada di RAB.

“Kemarin Jum’at saat pengecoran ada uji slump dulu, ukurannya 16 cm, cuma saya gak foto, dan besi wiremesh ini sebetulnya tidak ada digambar, karena perintah Kabid SDA maka di pasang Wiremesh ini,” terangnya.

Dikonfirmasi, konsultan pengawas, Rais Bahar dari PT. Duta Engineering Konsultan, melalui telepon WhatsApp. soal APD K3 dia membantah kalau perusahaan tidak memberikan alat K3 kepada pekerja tersebut.

“Udah dikasih APD lengkap kepada pekerja, apabila dilokasi tidak digunakan, karena pekerjanya yang mungkin tidak mau,” dalilnya.
Padahal para pekerja yang kini tengah mengerjakan tidak pernah menerima APD K3, lantaran pekerja merupakan pengganti dari 3 mandor sebelumnya.

Untuk melanjutkan, awak media bertanya soal kantor direksi keet, dia mengatakan bahwa kantor direksi keetnya di apartemen.

“Direksi keetnya apartemen, karena apartemennya tidak jauh dari lokasi proyek,” kilahnya.

Terpisah, pelaksana proyek, Angga saat dikonfirmasi beralasan tidak ada dilokasi proyek. “Maaf saya tidak di lokasi pak,” ucap Angga singkat, ” kilahnya.

Namun saat dikonfirmasi soal K3 pekerja, direksi keet, alat vibrator, dan adanya LC beton mengunduk, Angga lebih memilih bungkam dan cuek terhadap pertanyaan wartawan.

Menanggapi dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, Sekjen LSM Gerakan Cinta Indonesia (GRACIA), Hisar Sihotang mengemukakan, bahwa hal tersebut akibat kurangnya pengawasan.

“Adanya pelanggaran dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut akibat bobroknya pengawasan,” ungkapnya.

Dikatakannya, kalau pengawasan dilakukan secara baik dan benar, hasilnya akan bagus dan benar.

“Logika sederhananya, kalau pengawasannya benar, hasilnya akan baik dan benar. Tapi kalau pengawasannya orientasinya korup, hasilnya seperti yang sekarang,” katanya.

Hisar mengatakan, untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, pihaknya meminta dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

“Harus dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Selain itu, kita mendesak agar Kadis SDABMBK Kota Tangsel dicopot dari jabatannya dan memblacklist kontraktor pelaksana maupun konsultan,” paparnya.

Penulis: HI

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *