banner 728x250

Gedung Ditpolair Korpolairud Baharkam Diresmikan Menjadi Gedung Widodo Budidarmo

judul gambar

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Gedung Mako Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri yang selama ini menjadi pusat kegiatan kedinasan Kesatuan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri kini resmi berubah nama menjadi Gedung Widodo Budidarmo.

Perubahan nama tersebut berdasarkan Skep Kakorpolairud Baharkam Polri Nomor Skep: 86/XII/2019 tanggal 23 Desember 2019.

judul gambar

“Bapak Widodo Budidarmo adalah sosok yang tentu sangat membanggakan bagi kita semua. Tidak berbeda dengan tokoh-tokoh kepolisian lainnya seperti bapak M. Yassin dan juga bapak Hoegeng. Beliau terkenal tegas, disiplin serta loyalitasnya terhadap kesatuan patut untuk kita contoh dan teladani. Telah banyak prestasi yang beliau torehkan dan semua itu tercatat dalam tinta emas sejarah Korps Bhayangkara tercinta ini,” ujar Kepala Korpolairud Baharkam Polri, Irjen Pol Lotharia Latif pada sambutannya di acara peresmian Gedung Widodo Budidarmo, Senin (23/12/2019) di Mako Korpolairud Baharkam Polri, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Irjen Pol Lotharia Latif mengatakan, selain pernah menjadi Kapolri ke-7, nama Bapak Widodo Budidarmo dipilih karena beliau memiliki karir dan prestasi yang sangat luar biasa, serta memberikan dedikasinya yang luar biasa bagi Kepolisian RI, khususnya Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud).

Pada tahun 1958 Djawatan Kepolisian Negara RI saat itu memerintahkan Kompol I Drs.Widodo Budidarmo muda, mengikuti pendidikan di U.S. Coast Guard Officers Candidates School (OCS) di Yorktown, Virginia yang didahului dengan masa orientasi di Washington DC selama 1 tahun.

Selain itu, sejarah mencatat pada tahun 1963, Drs.Widodo Budidarmo yang saat itu masih berpangkat AKBP dibantu oleh beberapa perwira mendapat tugas untuk menyeberangkan 10 kapal patroli tipe 500 dari Jepang ke Indonesia.

Kapal-kapal tersebut merupakan kapal rampasan perang, dimana kapal tersebut harus diseberangkan langsung tanpa diangkut oleh kapal laut. Operasi itu kemudian dinamakan operasi ‘Flotina Tribrata’ dengan Komandan Gugus Tugas Operasi kala itu adalah AKBP Drs. Widodo Budidarmo.

Dan pada Maret 1964, AKBP Drs. Widodo Budidarmo diangkat menjadi Panglima Korps Airud sekaligus pemimpin kesatuan yang menjadi cikal bakal Korpolairud Baharkam Polri ini hingga tahun 1968.

Adapun pembinaan tradisi dan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia khususnya di lingkungan Korpolairud Baharkam Polri, lanjutnya, menjadi dasar utama penetapan nama Jenderal menjadi nama sebuah Gedung Kesatuan Ditpolair Korpolairud.

“Semoga jajaran kesatuan Korpolairud bisa meneladani apa yang telah dilakukan dengan kesederhanaannya sosok beliau yang diberikan umur cukup panjang sampai berumur 90 tahun. Itu adalah suatu usia yang luar biasa bagi kita, mudah-mudahan kita pun bisa diberikan umur panjang seperti beliau,” tutur Irjen Latif.

Penamaan gedung berlantai 3 yang sebelumnya bernama Gedung Kantor Ditpolair Babinkam Polri itu dipimpin langsung oleh Kakorpolairud Irjen Pol. Drs. Lotharia Latif, SH, M.Hum serta didampingi oleh Dirpolair Korpolairud, Brigjen Pol Makhruzi Rahman, Dirpoludara Brigjend Pol Sumego Adie, Pejabat Utama Korpolairud, Analis Kebijakan dan Bhayangkari.

Tidak lupa, keluarga Alm. Jenderal Pol (Purn) Drs. Widodo Budidarmo yakni istri, anak dan menantunya turut diundang untuk menyaksikan peresmian gedung serta pemberian tali kasih dan souvenir sebagai kenang-kenangan dari jajaran Korpolairud Baharkam Polri.

 

 

Penulis: MT1
judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *