banner 728x250
NEWS, TOKOH  

Ketua PC PERGUNU Lampung Timur. Alumni PP Qomarul Hidayah Trenggalek

judul gambar

TRENGGALEK, MEDIATRANSPARANCY.COM – Waktu memang selalu bergulir dengan cepat, bukan? Paling tidak, itulah yang aku rasakan saat aku menulis ini.

Reuni Alumni Ponpes Qomarul Hidayah ke dua pada bulan Mei tahun 2017, awal saya bertemu dengan adik kelas. Yang saat ini menjadi ketua Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Kabupaten Lampung Timur.

judul gambar

Dari ratusan, atau ribuan santri alumni ponpes Qomarul Hidayah Gondang, Tugu, Trenggalek Jawa Timur yang mungkin telah menjadi alumni yang berhasil baik ditingkat Kecamatan, Kabupaten dan nasional yang saya kenal.

Adalah Gunadi (39), pria kelahiran Banjar Agung, 6 Juli 1978. Ragil dari Sembilan bersaudara pasangan bapak Kariyono dan ibu Kamirah. Dalam keseharian sosok pria yang saat ini, menjabat Kepala Sekolah ( Kepsek) , SMP dan SMK Perjuangan Desa Purwokencono Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur.

Masa kecilnya Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) , dihabiskan untuk belajar dan membantu kedua orang tuanya. yang sehari bekerja diladang dan sawah.

Dikarenakan lingkungan rumah yang jauh dari ibu kota Lampung Timur. Gunadi kecil berniat dalam hati yang paling dalam untuk selalu berbakti kepada orang tua dan desanya supaya bisa sejajar dengan wilayah lain disana.

Berkat didikan kedua orang tua yang merupakan sesepuh NU didesa Puwokencono, dirinya selalu di tanamkan pendidikan agama yang kuat oleh kedua ibu bapaknya.

“Kamu anak ragil, harus iso jogo awak mu, jaga kakakmu, dan jaga nama baik kedua orang tua mu” pesan pak Kariyono pada diri alumni STIT Sunan Giri Trenggalek.

Bicara kemandirian seorang Gunadi terlihat ketika dia mempertahankan hidup demi dirinya, anak, orang tua dan keluarganya. Aku baru tersadar. Mungkin, selama ini aku memang tidak pernah benar-benar paham bagiamana beratnya menjadi pria mandiri dari kecil hingga dikaruniakan kedua putra dan putri yang cantik dan ganteng.

*Mondok Gondang*

Seperti anak seusianya setelah lulus dari SDN 1 Banjar Agung lalu melanjutkan ke MTs. Ama’arif Raudlatul Hidayah Mengandungsari dan MA Ma’arif Mengandungsari. Dan pada tahun 1995 dirinya hijrah ke Pondok pesantren Qomarul Hidayah hingga tahun 2002.

Usia muda memang perlu perhatian dan binaan agar hidup lebih terarah dan bisa dijadikan panutan bagi kedua orang tuanya. Seperti kebanyakan santri yang berasal dari Sumatera dan sekitarnya. Pribadi pria yang apa adanya maklum kedua orang tua berekonomi yang sederhana dengan bekerja sebagai petani.

Meski keluarga kami hidup biasa dan apa adanya. Tak menjadikan hambatan , halangan dan rintangan bagi seorang Gunadi dalam mencari ilmu di pondok Kyai Cholil Majid.

Sedikit aku bercerita ketika masuk MTS kelas satu keluargaku terkena musibah ayahku jatuh dari pohon kelapa untuk kali kedunya. Akibat tangan kanan patah dan berbaring selama 5 tahun tanpa bisa bercocok tanam lagi disawah.

Meski ayahnya sakit berkepanjangan, ia tak putus sekolah Madrasah Tsnawiyah dan Madrasah Aliyah ditamankan dengan biaya sendiri. Karena tekad yang besar untuk mengakat derajat kedua orang tuanya. Dengan Doa restu dari bapak ibunya, suami dari Siti Aisyah nekat melanjutkan pendidikan dengan biaya sendiri di Pondok Pesanten Qomarul Hidayah Gondang, Tugu, Trenggalek.

“Alhamdulilah akhirnya saya bisa mondok disini.Selama berada di pondok saya mengabdi nang dalamne KH.Rohmat Imron dan bekerja seadanya kesawah, ke ladang, jualan kopi dan gorengan. Dengan barokah mondok di Qomarul Hdayah saya bisa seperti ini”Ucap Kepala Sekolah SMK Perjuangan Purwokencono Lampung Timur.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, masa pendidikan di Madin PP Qomarul Hidayah dan STIT Sunan Giri Trenggalek di tamatkannya secara bersamaan.

Yang semakin membuat saya terharu, sedih, dan bahagia ketika akan pamit boyong dari Pondok. Disaat itu Abah KH.Cholil Majid memberikan dawuh atau pesan kepada saya.” Yah wis kalau awak mu hendak pamit balik. Ojo tinggal kan sholat berjamahah 5 waktu.Jaga nama baik pondok mu tak doakan semoga berkah dan bermanfaat ilmu mu disana” Pesan beliau kepada alumi SDN 1 Banjar Agung.

Mendapat pesan dari romo kyai, tak terasa air mataku jatuh membasahi pipi ku. Satu persatu keluarga dalem, poro Ust, guru serta sahabat dari MTM Qomarul Hidayah tak terkecuali kepada orang tua angkat saya KH. Rahmad Imron izin pamit sekalian minta doane agar aku bisa mengamalkan ilmu selama mondok di Trenggalek Jawa Timur.

Bagiamana tak sedih dan haru , selama hampir tujuh tahun saya menimba ilmu disana kini saatnya aku harus membawa nama pondok pesantren dan keluarga di lampung Timur.

*Jadi Ketua Pergunu*

Pasca balik dari pondok tahun 2002, mulai kehidupan baru aku jalankan berbekal ilmu dari Qomarul Hidayah. Ia mulai mengabdi sebagai guru Madin dimasjid yang tak jauh dari rumahnya.

Tepat bulan Juni 2004 dirinya melangsungkan pernikahan dengan seorang wanita yang bernama Siti Aisyah Alumni pondok Raden Katong Mengandungsari.
Dari perkawinan mereka dikaruniakan sepasang anak putra dan putri. Yang putra umur 9 tahun duduk di Sekolah Dasar sedangkan yang putri berusia 12 tahun duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Proses pengandian ku yang panjang akhirnya membuahkan hasil. Dan pada tahun 2006, berkat kerja keras, doa dan usaha akupun berhasil mendirikan Sekolah Menengah Pertama ( SMP) Perjuangan Desa Purwokencono Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur. Bukan itu saja, tahun 2017, Ia juga berhasil mendirikan SMK Perjuangan dan menduduki jabatan Kepala Sekolah (Kepsek).

Dengan modal sebagai Kepala Sekolah SMP dan SMK Perjuangan, sosok Alumni Ponpes Qomarul Hidayah berhasil menjabat Ketua Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC PERGUNU), periode 2017 -2020 yang pelantikannya di hadiri oleh Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim.
Keberadaan PERGUNU untuk meningkatkan kualitas guru dan kurikulum di lingkungan Nahdlatul Ulama dan juga untuk menularkan teladan pengelolaan pendidikan yang baik seperti yang dilakukkan pesantren-pesantren yang ada di Kabupaten Lampung Timur.

Saat ini, guru sangat berperan dalam pembentukan generasi muda Indonesia. “Apakah akan menjadi generasi medsos atau menjadi generasi yang terpelajar.

Bukan itu saja guru juga berperan dalam menangkal generasi yang sudah banyak terkena narkoba.Serta menjaga , mengrahakan dan mendidik muridnya untuk tidak menjadi Islam yang tekstual dan liberal. Karena, hal itu, bukan kepribadian Nahdlatul Ulama.

Sejak menjadi Ketua Cabang PERGUNU, Kabupaten Lampung Timur. Sosok Mahasiswa Pasca Sarjana disalah satu Universitas di Propinsi Lampung makin padat jadwal kegiatanya dalam melakukan sosialisasi kepada para pengurus PAC PERGUNU. Insya Allah pada pemilu legislatif 2019 diri berniat maju menjadi anggota DPRD Dati II dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

 

Penulis kang akmal

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *