banner 728x250

Kru Kapal CMA CGM di Pelabuhan Tanjung Priok Diduga Terpapar Virus Corona, Benar atau Tidak ??

judul gambar

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Telah beredar informasi melalui percakapan di aplikasi WhatsApp yang memuat foto, video beserta penjelasannya. Informasi itu menyebut bahwa seorang nakhoda yang merupakan kru kapal perusahaan pelayaran CMA CGM diduga terpapar Virus Corona.

Terkait informasi yang beredar tersebut, pihak Kementerian Perhubungan Cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.

judul gambar

Informasi simpang siur yang beredar melalui percakapan di aplikasi WhatsApp, yang menyebutkan adanya Nakhoda kapal berkewarganegaraan Ukraina terindikasi virus Corona adalah informasi tidak benar dan menyesatkan,” tegas Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad, pada Jumat (6/3/2020).

Ahmad juga menanggapi adanya informasi yang mengatakan bahwa sandarnya kapal tersebut tidak mengikuti Standar dan Prosedur pemeriksaan kapal asing terkait antisipasi virus Corona dan adanya anak buah kapal (ABK) CMA CGM Virginia yang juga terindikasi virus Corona.

“Sekali lagi, kami tegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Kapal sandar di Pelabuhan Tanjung Priok tepatnya di Jakarta International Container Terminal (JICT) sudah mengikuti prosedur dan semua ABK dalam kondisi sehat,” ujar Ahmad.

Ahmad menjelaskan kronologi kejadian tersebut berawal dari adanya pergantian Nakhoda kapal sebelum kapal tersebut bertolak ke Tanjung Perak Surabaya.

Bermula saat Kapal CMA CGM Virginia dari Tiongkok sandar di JICT Tanjung Priok pada tanggal 5 Maret 2020 pukul 13.00 WIB setelah sebelumnya diperiksa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di zona karantina dan pada akhirnya diizinkan bersandar setelah ada clearance kesehatan dari KKP.

“Hasil observasi oleh KKP tidak ada ABK kapal yang terindikasi virus Corona,” kata Ahmad.

Selanjutnya, hari ini, Surat Persetujuan Berlayar (SPB) diterbitkan oleh Syahbandar Tanjung Priok dan ada pergantian nakhoda kapal sebelum kapal tersebut akan bertolak ke Pelabuhan Tanjung Perak.

Adapun Nakhoda kapal pengganti tersebut tiba di Pelabuhan Tanjung Priok dan diketahui sedang sakit batuk, sehingga agen kapal menghubungi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan langsung membawa nakhoda kapal pengganti tersebut ke rumah sakit Port Medical Center (PMC) Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Hasil pemeriksaan dikatakan bahwa Nakhoda kapal berkewargaan Ukraina tersebut tidak terindikasi virus Corona melainkan sakit flu biasa. Namun demikian, Nakhoda kapal tersebut masih diobservasi di Rumah Sakit PMC hingga saat ini,” jelas Ahmad.

Klarifikasi Resmi dari Manajemen CMA CGM Indonesia

Tidak hanya Ditjen Hubla, pihak manajemen CMA CGM Indonesia pun serta merta memberikan klarifikasi secara resmi.

“Kapten/Master yang naik ke CMA CGM Virgina yang berlabuh di Terminal Peti Kemas Internasional Jakarta (JICT) hari ini merasa tidak enak badan dan meminta untuk berkonsultasi dengan dokter di darat.

Sesuai dengan prosedur operasi standar saat ini, izin diperoleh dari otoritas Karantina untuk Master pergi ke darat untuk berkonsultasi medis. Setelah pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit, Master diuji negatif untuk COVID-19 dan bisa dipulangkan dengan baik.

Prosedur kami untuk menangani insiden tersebut didokumentasikan dengan baik dan kami tetap waspada dan sepenuhnya mematuhi langkah-langkah yang telah kami adopsi,” demikian keterangan resmi manajemen CMA CGM Indonesia, Ami K. Handayani.

Sehari Sebelum ke Pelabuhan, Nakhoda dari Bandara

Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan (KKP) Kelas I Pelabuhan Tanjung Priok, dr. Jefri memastikan, protap standar dan prosedur pemeriksaan kapal asing yang dilakukan petugas sudah sesuai.

Sebelumnya, KKP Kelas I Pelabuhan Tanjung Priok menyampaikan bahwa proses pemeriksaan terhadap kapal barang dan orang yang datang dari China dilakukan di luar Dam Pelabuhan Tanjung Priok.

“Protap sudah standar. Yang kita rujuk orang yang mau bergabung ke kapal, masuk dari bandara kemarin, rencananya akan menggantikan kapten kapal. Istilahnya penambahan kru. Kapal dan ABK sebelumnya sudah clear,” ungkap dr. Jefri.

Untuk diketahui, di dalam video berdurasi 38 detik tersebut, petugas kesehatan yang menggunakan mobil ambulance berplat nomor B 1030 JHX menyemprotkan cairan disinfektan kepada 4 orang yang diduga merupakan kru kapal CMA CGM Virginia Valletta yang bersandar di dermaga JICT, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Anehnya, dari semua keterangan dari Ditjen Hubla, KKP Tanjung Priok dan pihak manajemen CMA CGM Indonesia hanya menyebut satu orang yakni nakhoda kapal dan tidak menyebutkan namanya.

Padahal, dalam video ada 4 orang yang diduga sebagai kru kapal termasuk nakhodanya. Ditanya mengenai hal ini, baik KKP dan CMA CGM Indonesia enggan menjelaskan siapa nama keempat orang itu dan apa jabatan ketiga orang itu, hingga berita ini diturunkan.

Sedangkan, Direktur Utama JICT, Gunta saat diklarifikasi via WA mengenai hal ini belum memberikan keterangan hingga saat ini.

 

Penulis: MT1
judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *