TAPUT, MediaTransparancy – Kurang lebih sembilan titik pekerjaan Dinas PU Kabupaten Taput tahun anggaran 2022 yang diduga dikerjakan tidak sesuai spek kembali menuai kritikan. Bagaimana tidak, anggaran besar yang telah dikucurkan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh.
Akibat pelaksnaan pekerjaan yang diduga lebih mementingkan untung dari pada mutu pekerjaan, kesembilan proyek tersebut sudah mengalami kerusakan sebelum cukup umur.
Data yang diperoleh MediaTransparancy.com, pada tahun anggaran 2022 yang lalu, kegiatan Dinas PU Taput yang menjadi sorotan akibat pelaksanaan pekerjaan yang amburadul terdiri dari:
1. Pemeliharaan Berkala Jalan Desa Lobusikkam, Kecamatan Sipoholon dengan anggaran sebesar Rp 145.355.000 dikerjakan oleh CV Marthin Syahputra.
2. Pembangunan Jalan Desa Lumban Sipahutar, Kecamatan Sipoholon dengan anggaran Rp 142.315.000 dikerjakan CV Masphaga.
3. Pemeliharaan Berkala Jalan Pagar Batu – Dolok Imun Desa Hutaraja dengan anggaran Rp 193.800.000 dikerjakan CV Juvenia.
4. Lapen Sigarigar Desa Simasom Dolok dengan anggaran Rp 143.585.282 dikerjakan CV Dhitari.
5. Pekerjaan Jalan Simangonding oleh CV Dinamika Jaya Amerta dengan anggaran Rp 142.500.000.
6. Lapen Desa Simanampang dengan anggaran Rp 143.595.282 dikerjakan CV Lovian.
7. Lapen Menuju SMPN 2 Sigompulon, Kecamatan Pahae Julu dengan anggaran Rp 95.913.480, dikerjakan CV Nirwana.
8. Rekonstruksi Jalan Sigompulon – Bonani Dolok Kec. Pahae Jae dengan anggaran sebesar Rp 191.827.084 dikerjakan CV Rika Silaban.
9. Lapen Jalan Desa Sangkaran dikerjakan CV Basa Mandiri dengan pagu anggaran sebesar Rp 145.365.205,42.
Akibat pelaksanaan pekerjaan yang ditenggarai asal jadi, hampir semua proyek tersebut tidak memiliki umur yang panjang. Bahkan, baru seumur jedelai sudah mengalami kerusakan.
Sementara itu, Sekdis Dinas PUTR Taput, Jupati Rajagukguk yang dikonfirmasi terkait adanya proyek Dinas PUTR Taput tahun anggaran 2022 dan 2023 yang dikerjakan tidak sesuai spek, Kamis (4/4) berjanji akan melakukan pemeriksaan lapangan.
“Terimakasih kami ucapkan kepada Pak Anggiat sebagai Pinpinan Redaksi Media Transparency dan tim atas koreksinya terkait pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Dinas PUTR pada tahun 2022 dan 2023. Atas temuan/dugaan yang telah bapak sampaikan, kami akan segera melaksanakan cek lapangan ya pak.
Selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai prosedur,” ujarnya.
Berselang beberapa waktu kemudian ketika dipertanyakan hasil cek lapangan yang dilakukan, Sekdis Dinas PUTR Taput ini mengatakan sedang dalam proses.
“Sedang dalam proses pengawasannya pak,” sebutnya lagi.
Sampai saat ini Jupati Rajagukguk tidak mu menyampaikan data hasil cek lapangan sesuai yang dijanjikannya walau sempat menanyakan kepada hasil diberikan.
Sikap yang dipertontonknan Sekdis PUTR Taput tersebut memunculkan kecurigaan adanya dugaan yang bersangkutan berupaya melindungi para kontraktor yang mengerjakan seluruh proyek tersebut.
Menanggapi banyaknya kegiatan Dinas PU Taput yang diduga dikerjakan serampangan tersebut, Sekjen LSM Gerakan Cinta Indonesia (LSM GRACIA), Hisar Sihotang yang dimintai komentarnya berujar, bahwa amburadulnya pelaksanaan kegiatan Dinas PUTR Taput akibat ketidakprofesionalan dalam hal pengawasan.
“Untuk menentukan kualitas pekerjaan itu akan baik atau tidak, tidak perlu pendidikan tinggi. Jika itu proyek diawasi dengan baik, hsilnya pasti baik. Sebaliknya, jika orientasinya korup, hasilnya pasti ambyar,” ungkapnya.
Dia mengatakan, pihaknya menduga ada persekongkolan antara pejabat Dinas PUTR dengan kontraktor pelaksana, sehingga pengawasan pelaksanaan pekerjaan menjadi kendor.
“Kita menduga telah terjadi persekongkolan antara pihak Dinas PUTR dengan kontraktor, sehingga pengawasan lapangan tidak ketat,” katanya.
Hisar menyebutkan, untuk menghindari semakin memburuknya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja para pejabat Dinas PUTR Taput, pihaknya meminta Bupati Taput melakukan evaluasi menyeluruh.
“Permasalahan ini akan membuat citra Bupati Nikson jelek dimata masyarakat, terutama dalam karir politik beliau menuju Sumut 1 jika tidak segera diatasi, dan dilakukan evaluasi menyeluruh” paparnya.
Penulis: Redaksi