MEDIATRANSPARANCY -Politikus Partai PDI Perjuangan Sabam Sirait, meninggal dunia dalam usia 85 tahun. Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit (RS) Siloam Karawaci, Tangerang, tanggal 29 September 2021, pukul 23.27 WIB.
Sabam Sirait meninggalkan istri bernama dr. Sondang Sidabutar, MM, dan empat anak yakni;
1. Maruarar Sirait, S.IP isteri Shinta Triastuti br Sidabutar, SE.
2. dr. Batara Imanuel Sirait, Sp.OG KFER / Tasya Purba, S. Si
3. Johan Sirait SH/Cynthia Margaretha br Sidabutar
4. Mira Sirait, S.Psi. MSc/
Putra Nababan, BA
Cucu cucunya ada delapan orang;
1. Marsahala Yoshua Sirait, SH
2. Amaris Sirait
3. Ayra Sirait
4. Alaska Sirait
5. Alva Sirait
6. Aubriel Nababan
7. Gabriel Nababan
8. Namora Nababan
Riwayat Hidup Sabam Sirait :
Almarhum Lahir di Pulau Simardan, Tanjungbalai, Sumatra Utara, pada 13 Oktober 1936. Sejumlah penghargaan seperti Bintang Maha Putra Utama.
Sabam Sirait memiliki sejumlah karir yakni;
1. Anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) periode 1967-1973
2. Anggota DPR RI periode 1973-1982
3. Anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA-RI) periode 1983-1993.
4. Anggota DPR RI periode 1992-2009
5. Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), periode 2019 hingga meninggal dunia.
Partai Politik :
1. Pejabat Sekretaris Jenderal Partai Kristen Indonesia (Parkindo): periode 1963-1967
2. Sekretaris Jenderal Parkindo: periode 1967-1973
3. Penandatangan Deklarasi Pembentukan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), tanggal 10 Januari 1973
4. Sekretaris Jenderal PDI tiga periode: periode 1973-1976; periode 1976-1981; dan periode 1981-1986
5. Pendiri Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), September 1998.
6. Anggota Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDI Perjuangan: 1998-2005.
Demikian sejarah singkat yang ditinggalkan Sabam Sirait.
Penulis : P.Sianturi